Kepemimpinan

Pembinaan kepemimpinan

Untuk memenuhi kepemimpinan suatu organisasi, seorang pemimpin tertinggi atau top manager diharuskan memilih pembantu-pembantunya untuk memimpin kelompok, bagian, bidang, seksi dan urusan yang menjadi bagian dari organisasi tersebut. Persyaratan paling utama bagi seorang calon pemimpin adalah : “dapat memimpin orang lain kearah pencapaian tujuan organisasi dan dapat menjalin komunikasi antar manusia, karena organisasi itu selalu bergerak atas dasar interaksi antar manusia Memilih Calon Pemimpin Menurut O.Jeff Harris, orang-orang yang perlu dipilih sebagai kandidat-kandidat atau calon pemimpin adalah mereka yang mempunyai kualifikasi antara lain sebagai berikut :
1. Memiliki kemauan untuk memikul tanggung jawab
2. Kemampuan untuk menjadi perseptif
3. Kemampuan untuk menanggapi secara objektif
4. Kemampuan untuk menetapkan prioritas secara tepat
5. Kemampuan untuk berkomunikasi

Pembinaan Kepemimpinan Pemuda di Indonesia Beberapa landasan bagi pembinaan kepemimpinan pemuda di Indonesia antara lain
1. Landasan Ideologi dan Konstitusional
a. Landasan Ideologi Pancasila sebagai sumber hukum dari segala hukum yang berlaku disegenap wilayah negara Republik Indonesia harus menjadi landasan ideologi sekaligus juga merupakan pancaran sikap setiap insan Indonesia, terutama dari para pemimpin bangsa. Khususnya pemimpin pemuda sebagai penerus atau pelanjut atau pewaris kepemimpinan bangsa harus melandasi ideologinya dengan jiwa Pancasila.
b. Landaasan Konstitusional UUD 1945 merupakan dasar hukum tertulis yang tertinggi dan merupakan perwujudan kehendak Pancasila secara konkrit. UUD 1945 merupakan pula bagian yang tidak terpisahkan dari Pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan hidup bangsa ;serta mengikat setiap warga Negara Republik Indonesia secara yuridis formal inklusif para pemimpin. Landasan Kultural Sikap hidup kekeluargaan dan gotong royong sebagai nilai-nilai luhur cultural Bangsa Indonesia harus melandasi cara berfikir dan perilaku pemimpin Indonesia.
c. Landasan Strategis Landasan strategis dalam mewujudkan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Indonesia adalah Garis garis Besar Haluan Negara (TAP MPR No. IV /MPR/1978) antara lain berisi Pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader-kader penerus perjuangan bangsa Pengembangan wadah pembinaan generasi muda Perlu adanya suatu kebijaksanaan nasional tentang kepemudaan secara menyeluruh dan terpadu.

d. Landasan Operasional
1. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 0323/1978 tentang Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda.
2. Keputusan Presiden No. 23 Thaun 1979 tentang Badan Koordinasi Penyelenggaraan.
Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda Karateristik kepemimpinan pada umumnya dimanapun dan apapun tingkatannya adalah jelas yaitu dia harus mempunyai kewibawaan dan kelebihan untuk mempengaruhi serta mengajak orang lain guna bersama-sama berjuang, bekerja dan berusaha mencapai satu tujuan bersama.

Sifat-sifat unggul kepemimpinan yang efektif secara ringkas dapat dituliskan sebagai berikut : “berani, tegas, kaya akan inisiatif, luas pengetahuan dan pengalaman, peka terhadap lingkungan dan bawahan, mampu menjalin komunikasi yang akrab, berani mengambil keputusan dan resiko, rela berkorban, mau bermusyawarah dan mufakat, bertanggung jawab dan konsekuen, bersikap terbuka, jujur, mempunyai prinsip-prinsip yang teguh” Sedangkan karateristik kepemimpinan Indonesia, setiap pemimpin Indonesia perlu memiliki dan mencerminkan Kepemimpinan Pancasila. Tipe Pemimpin Mahasiswa Antara kelompok mahasiswa sebagai satu unit dengan pemimpinnya selalu terdapat kaitan yang erat. Maka tipe pemimpin mahasiswa dapat kita bagi dalam beberapa penggolongan yaitu sebagai berikut : otoriter atau otoritatif, yang demokratis, laissez faire.

Pembagian menurut status atau kedudukan solider atau berdasarkan prinsip pilihan dan solidaritas kelompok, yang resmi dan pemimpin konsultan Pembinaan kepemimpinan mempunyai beberapa landasan bagi pembinaan pemimpin :
1. Landasan ideologi dan konstituonal Landasan ideologi pancasila sebagai sumber hukum dari segala hukum yang berlaku, landasan konstituonal dimana UUD 1945 merupakan dasar hukum tertulis yang tertinggi dan merupakan perwujudan kehendak pancasila secara kongkret
2. Landasan kultural
3. Landasan strategis
4. Landasan operasional
4. Kegagalan dalam proses memilih pemimpin
Kegagalan dalam proses memilih pemimpin diantaranya adalah:
1. Kurang tepatnya pemilihan calon pemimpin, misalnya lewat pilih kasih dan mendahulukan keluarga.
2. Tanpa melalui tes maupun seleksi terlebih dahulu.
3. Tugas-tugas harus dipikul oleh “calon pemimpin”.

Kriteria keberhasilan dalam cara bagaimana pemimpin melatih dirinya ialah pada umumnya diukur dari produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada dirinya dan bila tugas dilaksanakan dengan efektif maka ia disebut pemimpin yang berhasil. Untuk dapat menyusun suatu program latihan yang tepat dan sukses, maka yang perlu diambil ialah pertama, menentukan tujuannya yaitu tujuan latihan yang akan diprogramkan, kedua menentukan kebutuhan latihan yaitu keterampilan apa yang amat dibutuhkan oleh seseorang untuk dapat menjadi pemimpin yang efektif. Langkah ketigamemilih mata pelajaran yang tepat dan dapat memberikan motivasi.
Perlu ditambahkan bahwa usaha mempersiapkan calon-calon pemimpin itu tidak selalu harus melalui latihan-latihan khusus melainkan juga dapat dilaksanakan sambil bekerja ditengah lingkungan melalui :
1. Pemberian koreksi dari petunjuk
2. Memberikan tugas-tugas dan latihan tambahan
3. Melalui diskusi-diskusi dan seminar-seminar.

Keberhasilan Kepemimpinan Untuk mengetahui tingkat keberhasilan anda dalam memimpin diantaranya dapat dilihat empat
berikut ini :
Dicintai oleh Rakyatnya Dalam tataran individu, apakah Anda mencintai diri sendiri hingga takut jika dijebloskan ke dalam api neraka yang menyala-nyala? Dalam tataran keluarga, dimana Anda pemimpinnya, adakah orang-orang yang Anda pimpin mencurahkan cintanya? Terus seperti itu, di level manapun Anda memimpin. Apakah rakyat benar-benar mencintai Anda sebagai pemimpinnya atau justru kecewa dan benci karena tindakan khianat yang Anda lakukan? Mampu Menampung Aspirasi Bawahan Apakah Anda bertindak diktator? Pernahkah memaksakan kehendak meski nyata melakukan kesalahan? Apakah Anda menutup telinga dari usul yang disampaikan oleh orang-orang yang anda pimpin? Apakah Anda merasa paling benar dan tidak butuh nasihat mereka? Dengarkan keluhan rakyat. Catat baik-baik dan tepati apa yang pernah Anda janjikan. Sebab jika tidak, mereka akan menuntut di akhirat kelak.

Bersikap Tegas Berpegang teguhlah kepada kebenaran dengan bersikap tegas. Jangan terlena hanya karena bujuk rayu. Jangan bingung ketika dihadapkan pada banyak pilihan karena nilai kebenaran akan abadi hingga akhir zaman. Jangan pernah berkompromi dengan keburukan. Jangan mau dibujuk oleh orang-orang yang jahat hatinya. Bersikap tegaslah saat memutuskan sebuah persoalan Setelahnya, senantiasalah memohon pertolongan dan kekuatan kepada Allah Ta’ala serta berhati-hatilah dalam setiap tindakan. Sebab dosa kecil bernilai besar ketika dilakukan oleh seorang pemimpin.

Suka Bermusyawarah Biasakan melakukan musyawarah. Meski pendapat anda benar, tidak menutup kemungkinan bahwa ada pendapat lain yang lebih benar. Dengan melakukan musyawarah, Anda akan memiliki banyak sudut pandang hingga bisa mengambil keputusan yang paling baik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 by www.lemaribuku.com

To Top