KREATIVITAS & PENGEMBANGAN IDE

Secara sederhana, dapat didefinisikan bahwa Wirausaha adalah orang yang kreatif, inovatif dan berani mengambil risiko. Menjadi kreatif dan inovatif merupakan suatu sikap yang dapat dilatih. Sedangkan berani mengambil resiko dibangun dari suatu pembentukan karakter. Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses. Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.

1. KREATIVITAS DAN INOVASI
Kreativitas merupakan langkah pertama menuju inovasi. Menurut Zimmerer (1996) untuk mengembangkan keterampilan, seseorang menggunakan otak sebelah kiri, sedangkan untuk belajar mengembangkan keterampilan kreatif digunakan otak sebelah kanan. Kreativitas, artinya memikirkan sesuatu atau kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam melihat suatu permasalahan dan peluang. Pada prinsipnya, bagaimana ide-ide itu bisa muncul di dalam diri seseorang tanpa berpikir bahwa ide tersebut adalah ide ayang baik atau buruk, Manusia tidak dibatasi untuk mengembangkan ide-idenya. Setelah ide berkembang, baru masuk ke dalam tahap berikutnya, yaitu bagaimana ide yang muncul bisa dimanfaatkan untuk memecahkan suatu masalah atau membuat hal yang sulit menjadi mudah. Di sinilah inovasi itu menjadi penting.

Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi yang kreatif terhadap suatu permasalahan dengan peluang untuk meningkatkan atau memperkaya kehidupan seseorang. Jadi, ide yang kreatif, bila dapat diterapkan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga membuat suatu cara atau kehidupan menjadi lebih baik, itu akan menjadi suatu ide yang inovatif yang akhirnya akan menciptakan suatu peluang.

Dapat disimpulkan bahwa proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added), dan hal ini merupakan sumber peluang bagi wirausaha. Sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat atau seseorang merupakan sumber peluang bagi seorang wirausaha karena ide yang nantinya bisa menjadi produk barang atau jasa, bisa dijual untuk menghasilkan suatu keuntungan. Kreativitas berkaitan dengan produksi kebaruan dan ide yang bermanfaat, sedangkan inovasi berkaitan dengan produksi atau adopsi ide yang bermanfaat dan implementasinya.

2. KREATIVITAS DAN TEKNOLOGI
Di era serba teknologi saat ini, teknologi mulai mengambil alih beberapa pekerjaan kasar berkat kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Menurut Michio Kaku, seorang astrofisikawan dan seorang futuris, masih ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa diambil alih oleh mesin, yaitu pekerjaan yang membutuhkan leadership, nurani, dan kreativitas yang hanya dimiliki oleh manusia. Salah satunya adalah usaha kreatif, yaitu usaha yang bergerak didasarkan oleh kemampuan manusia untuk mengolah informasi, melihat peluang, berpikir kreatif, dan niat yang tulus membantu sesama. Usaha kreatif akan selalu relevan dengan perkembangan zaman. Selera mungkin akan berubah, namun industri kreatif akan terus memiliki pelanggan setia karena sifat dasar manusia untuk menyukai sesuatu yang indah, artistik dan berguna.

3. TUJUAN KREATIVITAS
a. Agar memiliki keunggulan dibanding dengan pesaing dan mempertahankan eksistensi usaha, maka harus terus berupaya mencari sesuatu yang baru dan mengembangkan apa yang sudah ada agar menjadi lebih baik. Oleh karena itu, kreativitas sangat diperlukan oleh setiap wirausaha.
b. Seorang wirausahawan harus memastikan bahwa kreativitas yang telah usang, harus ada solusi yang lebih kreatif lagi.
c. Para peneliti telah mengatakan bahwa kreativitas menyangkut keputusan-keputusan tentang apa yang anda inginkan dan bagaimana anda melakukannya dengan lebih baik.
d. Jadi, urutan tersebut melibatkan sebuah proses, bukan hanya melihat hasil akhir yang diharapkan. Sehingga kita tidak perlu merasa sangat terbebani untuk menjadi kreatif.

4. MANFAAT POLA PIKIR KREATIF
a. Menemukan Gagasan, Ide, Peluang dan Inspirasi
b. Mengubah masalah dan kegagalan menjadi sebuah pemikiran cemerlang
c. Menemukan solusi yang inovatif
d. Menemukan teknologi baru
e. Mengubah keterbatasan menjadi sebuah kekuatan atau keunggulan

5. CIRI-CIRI ORANG KREATIF
a. Selalu bertanya, “ Apakah ada cara yang baik? “.
b. Selalu menantang kebiasaan, tradisi dan kebiasaan rutin.
c. Berefleksi atau merenung, berfikir dalam.
d. Berani bermain mental, mencoba melihat masalah dari perpektif yang berbeda.
e. Menyadari kemungkin ada banyak jawaban dari pada hanya satu jawaban yang benar.
f. Melihat kegagalan dan kesalahan hanya sebagai jalan untuk mencapai sukses.
g. Mengkorelasikan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk menghasilkan pemecahan inovasi.
h. Memiliki kemampuan untuk bangkit di atas kebiasaan rutin dan melihat permasalahan dari perspektif yang lebih luas kemudian memfokuskannya pada kebutuhan untuk berubah.

Dari paparan di atas, jelaslah bahwa kreativitas sangat penting dimiliki oleh seseorang untuk menciptakan inovasi yang memberikan peluang. Bagi perusahaan, memiliki karyawan yang kreatif juga menjadi kebutuhan saat ini, di mana tingkat persaingan semakin tinggi dan perubahan semakin cepat. Oleh karenanya, kita harus menciptakan lingkungan yang mampu mendorong kreativitas dan menghilangkan hal-hal yang dapat menghambat tumbuhnya kreativitas.

6. PENDORONG KREATIVITAS
a. Imajinasi dan intuisi
b. Berpikir berbeda atau berlawanan dari orang lain
c. Berpikir optimis dan positif
d. Selalu membuat konsep
e. Berpikir, melihat, dan memvisualisasikan
f. Berpikir lebih detail
g. Melihat bahwa segala hal belum sempurna

7. HAMBATAN KREATIVITAS
Jenis Hambatan:
a. Hambatan Persepsi. Contohnya Pola Pikir Stereotipe, Membatasi masalah, Terlalu banyak atau sedikit informasi
b. Hambatan Emosi. Contohnya Takut mengambil resiko, Tidak menyukai ketidakpastian, Lebih suka menilai, Menganggap remeh masalah, tergesa-gesa menyelesaikan masalah
c. Hambatan Kultural. Contohnya Kultur menghambat pengakumulasian gagasan
d. Hambatan Lingkungan. Contohnya Kurangnya dukungan sarana dan prasarana
e. Hambatan Intelektual. Contohnya Terlalu mengandalkan logika, Enggan menggunakan intuisi, Menggunakan pengalaman yang sudah terbukti

About Is

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *