Menyambut Tahun Baru Islam

Bekenaan dengan persiapan kita untuk menyambut Tahun Baru Hijriah. Persiapan disini maknanya kesadaran kita untuk memahami bahwasanya dengan perpindahan musim atau perpindahan masa waktu, hendaknya kita pun juga membuat perubahan.

Adanya siang dan malam ada maksud adanya pergantian minggu ke minggu juga ada maksud Allah Swt menjelaskan di dalam Alquran “Allah menciptakan langit dan bumi kemudian pergantian antara siang dan malam, ini sebagai tanda-tanda kebesaran bagi orang yang mau berpikir mau merenung”.

Bagi yang tidak berpikir, disaat pagi menunggu siang, disaat siang menunggu malam, disaat malam menunggu pagi dan begitu seterusnya. Akan tetapi bagi orang yang berpikir sadar, bersama bergantinya hari banyak sekali perubahan, mulai dari kubur kita pun semakin dekat, umur kita semakin pendek, masa kita untuk beribadah pun semakin kurang, bahkan kesempatan untuk taubat pun sudah semakin berkurang.

“Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa”. Bagi orang yang berfikir, bertaqwa dan orang yang punya kecerdasan tidak hanya melihat pergantian hari itu hanya pergantian saja, akan tetapi pergantian hari itu harus menjadi saat dimana ia membuat evaluasi, seperti pada hari yang lalu atau bulan yang lalu atau tahun yang lalu tidak baik, maka akan menjadi baik.

“Allah yang menjadikan siang dan malam itu bergantian” sangat berarti bagi orang yang sadar apa yang akan dilakukan dimasa yang akan datang, kemudian kekurangan dimasa lalu dan juga untuk bisa mensyukuri betapa banyaknya karunia Allah yang diberikan pada tahun yang lalu.

Maka hendaknya dengan pergantian hari, bulan, minggu dan tahun kita jadikan saat-saat untuk kita merenung, mengevaluasi, melihat keaadan kita ini semakin baik atau tidak. Dan harus kita sadari bahwa bersama bergantinya hari maka itulah akan semakin dekat kubur kita, azal kita dan malaikat izrail semakin dekat kepada kita. Kita tidak tahu siapa yang paling dekat dengan malaikat izrail saat ini dan disembunyikan oleh Allah, tapi jelas akan datang dan akan mencabut nyawa kita dan kita hanya mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah Swt.

Ini untuk pelajaran hendaknya kita selalu berfikir. Rasulullah sendiri mengingatkan tentang bagaimana kita hendaknya senantiasa memanfaatkan masa yang kita temui “Kalau engkau berada disore hari jangan menunggu pagi setelah pagi hari belum tentu untukmu, jika kau berada dipagi hari jangan menunggu sore hari”. Lakukanlah yang paling manfaat saat itu atau saat ini, karena esok pagi belum tentu untuk kita. Banyak orang yang malam harinya masih bisa bercanda ria, namun tiba-tiba paginya sudah tidak bisa diajak bicara lagi, bahkan kadang tidak sampai jauh besok pagi ternyata sudah berangkat menghadap kepada Allah Swt.

“Manfaatkan 5 hal sebelum datang yang 5” disaat kau masih muda manfaatkanlah masa itu untuk melakukan hal baik. Jangan taubat mau berbuat baik menunggu tua, karena engkau belum tentu menemui masa tuamu.

Makanya Nabi Saw mengingatkan “Masa mudamu harus kau gunakan sebaik-baik mungkin untuk berbekal, bukan saja bekal didunia tapi bekal diakhirat yang paling utama dan istimewa jika ada seorang anak muda tumbuh dengan beribadah kepada Allah merekalah yang akan dapatkan payung Allah disaat tidak ada payung lagi selain payung Allah nanti diakhirat”.

“Anak muda yang tumbuh besar dengan beribadah kepada Allah Swt itu manusia pilihan”. “Masa mudamu sebelum masa tuamu” kalau sudah masa tua tiba itu susah, belajar sudah susah menghafal, belum lagi banyak yang mengikuti mulai dari asam urat, kemudian darah tinggi, macam-macam lalu juga banyak kesibukan.

Jika masa mudanya malas belajar, nanti di masa tua bingung. Sekarang mumpung masa muda manfaatkan waktu untuk belajar dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Disaat kau sehat manfaatkanlah dengan berbuat baiklah sebanyak-banyaknya sebelum datang penyakit, sebab penyakit bisa datang kepada siapa saja.

Kalo orang diberi penyakit itu tidak harus orang yang dibenci oleh Allah SWT, bisa saja yang diberi penyakit itu orang yang dicintai oleh Allah Swt. Tapi yang jelas dengan terkenanya penyakit aktivitas akan berkurang dan hadir dimasjid menjadi susah.

Akan tetapi jika seandainya orang membangun hidup di masa sehatnya dengan beribadah, misal menghadiri majelis, shalat malam, berpuasa. Lalu datang penyakit sehingga tidak bisa datang ke majelis, tidak bisa berpuasa lagi, susah bangun malam tetapi sebelumnya sudah punya ke istiqomahan dalam kebaikan, tetap dicatat pahalanya dan akan terus dicatat sebagai seorang ahli istiqomah.

Makanya ayok kita manfaatkan masa sehat kita sebelum datangnya penyakit. “Disaat engkau diberi oleh Allah kecukupan manfaatkanlah, sebelum datangnya masa fakir”, sebab ke fakiran juga datang sewaktu-waktu secara tiba-tiba, kalau orang sudah persiapan disaat kaya dia banyak infaq banyak bersedekah jika di masa tuanya tiba-tiba fakir dia sudah punya tabungan banyak dan dia tidak terlalu memusingkan. Apapun bentuknya dunia yang dikumpulkannya pun bakal ditinggalkannya kalo tidak meninggalkannya.

Dunia mau tidak mau harus meninggalkan kita atau kita tinggalkan. Banyak orang yang bangun rumah gedong, rumah mewah dan sebagainya baru selesai dibikin hari ini sore nya meninggal dunia, tidak sempat menikmati rumah itu karna apa? Dunia harus kita tinggalkan.

Tapi bagi orang yang mengerti, maka berbekal dengan dunia disaat dia diberi oleh Allah kekayaan dia banyak sedekah banyak berinfaq karna apa? Dengan bergantinya hari bergantinya tahun, nanti akan semakin dekat untuk kita tinggalkan. Disaat engkau longgar jangan suka menunda-nunda kebaikan untuk kita kerjakan. Kalau kita menunda esok dan esok, numpuk itu semuanya.

Tapi disaat kita kosong disaat kita longgar saat ini ayok hilangkan sering nunda-nunda, bahkan pernah disabdakan Nabi Saw “Ada 2 nikmat besar banyak orang yang tertipu ada kenikmatan yang Allah berikan kepada hamba tapi sering orang lalai dan tertipu”. Selagi masih hidup punya persiapan untuk nanti kematian. Jadi ayok kita persiapkan apa yang kita persiapkan disaat kita nanti mati, kita harus berbekal karna itu perjalanan panjang, bukan hanya perjalanan sehari dua hari waktu kita pergi ke mekkah 20 hari 40 hari, ini perjalanan panjang hingga menuju surga Allah Swt.

Kalau tidak punya bekal akan sengsara, jalannya sesat dan jalannya akan terasa lelah hingga diujungnya neraka jahanam. Maka dari itu berbekalah saat ini, bagi orang berfikir bergantinya hari untuk berfikir seperti ini bukan hanya sekedar pergantian tahun, karena bertambahnya satu tahun berarti nyawa kita dan ajal kita semakin dekat 1 tahun begitu seterusnya.

Mungkin saat ini kain kafan kita masih ditanam kapasnya berarti tahun berikutnya sudah jadi, sudah dikuintal, bahkan mungkin sudah dikirim atau mungkin sudah dipotong oleh tukangnya sudah disiapkan untuk orang yang mau beli. Semoga panjang umur untuk kita semua, tapi harus kita ketahui biarpun kita panjang umur tetap akan ajal pada waktunya.

About Is

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *