Lingkungan Organisasi

A. Pengertian Lingkungan
Pengertian lingkungan organisasi merupakan pelaku dan kekuatan di luar yang memengaruhi kemampuan di dalam agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Gibson dalam Muhyadi (2012:49), organisasi sebagai entitas yang memungkinkan
masyarakat mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai jika oleh satu orang. Organisasi ada karena ketidakmampuan seseorang mencapai tujuan sendirian. David Charington dalam Masana Sembiring (2012:2) memberikan definisi organisasi yaitu sistem sosial yang mempunyai pola kerja teratur yang didirikan oleh manusia dan beranggotakan sekelompok
manusia dalam rangka untuk mencapai satu tujuan. Hick dan Gullet dalam Sagala (2013:133) memberikan penjelasan mengenai lingkungan organisasi sebagai sesuatu yang memberikan energi penyaluran dan penerimaan organisasi yang berada di sekitar organisasi dan memberikan pengaruh pada kelangsungan organisasi tersebut.

Lingkungan organisasi menurut Stephen P. Robbins (2006) adalah lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan yang
berada di luar organisasi dan secara potensial memengaruhi kinerja organisasi. Maka dari itu organisasi berada dalam sebuah lingkungan yang dapat menjadi faktor pendukung maupun penghambat organisasi. Kegiatan organisasi akan merubah lingkungan dan juga sebaliknya, lingkungan akan mendorong perubahan pada organisasi. Sebuah perusahaan atau organisasi yang beroperasi di sebuah lingkungan tidak dapat menafikan bahwa selain kegiatan yang dikelolanya, organisasi tersebut juga terlibat dengan lingkungan di seputar lokasi. Oleh karena itu, sebuah organisasi perlu memahami lingkungan apa saja yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan.

B. Faktor yang Memengaruhi Lingkungan Lingkungan selalu memengaruhi organisasi dalam melakukan aktivitas, baik secara langsung maupun secara tak langsung. Kelangsungan hidup organisasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam mengelola pengaruh lingkungan ini. Lingkungan dalam organisasi terbagi atas dua macam yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Lingkungan eksternal terdiri dari dua komponen, yakni berikut ini. Lingkungan eksternal terdiri dari atas unsur-unsur yang berada diluar organisasi, unsur-unsur ini tidak dapat dikendalikan dan diketahui terlebih dahulu oleh manajer, disamping itu juga akan memengaruhi manajer di dalam pengambilan keputusan yang akan dibuat.

1. Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan eksternal mikro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan manajemen yang terdiri atas penyedia, para pesaing, langganan, lembaga perbankan dan bukan bank dan Iain sebagainya. Lingkungan eksternal makro yaitu lingkungan yang
mempunyai pengaruh tidak langsung, seperti kondisi ekonomi, perubahan teknologi, politik, sosial dan Iain sebagainya.
a. Lingkungan eksternal mikro (khusus) Lingkungan eksternal mikro adalah unsur-unsur yang berpengaruh langsung terhadap organisasi, yang terdiri dari pesaing (competitors), penyedia (suppliers), langganan (customers), lembaga keuangan (financial institutions), pasar tenaga kerja (labour supply) dan perwakilan-perwakilan pemerintah. Para Pesaing, Para Langganan, Pasar Tenaga Kerja, Lembaga Keuangan, Instansi Pemerintah
b. Lingkungan eksternal makro (umum) Menurut Sukriah (2009), lingkungan umum pada lingkungan organisasi merupakan kondisi eksternal yang luas yang dapat memengaruhi organisasi serta berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja organisasi. Lingkungan eksternal makro meliputi berbagai faktor, antara Iain kondisi ekonomi, politik dan hukum, sosial budaya, demografi, teknologi dan kondisi global yang mungkin memengaruhi organisasi. Kondisi Ekonomi, Kondisi Politik dan Hukum, Kondisi Sosial Budaya, Kondisi Demografi, Teknologi, Globalisasi.
2. Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah tempat manajer bekerja yang mencakup budaya perusahaan, teknologi produksi, struktur organisasi dan fasilitas fisik. Lingkungan internal perusahaan merupakan kekuatan-kekuatan yang ada organisasi itu sendiri dan memiliki sifat yang dapat dikontrol oleh manajemen. Lingkungan internal meliputi: pekerja atau karyawan, dewan komisaris dan pemegang saham.

C. Hubungan Lingkungan dan Organisasi
Lingkungan bagi sebuah organisasi merupakan sebuah kepercayaan. Organisasi tidak dapat berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari sistem yang lebih besar yang dimaksud sebagai lingkungan (Wahab, 2D11. 271). Organisasi sangat dipengaruhi oleh lingkungan eksternal dimana dia berada sehingga mengharuskan manajer memperhatikan fenomena yang
terjadi pada lingkungan organisasi. Pengaruh lingkungan tersebut sangat berbeda antara satu organisasi dan organisasi lainnya, bahkan antara satu divisi dengan divisi lainnya serta antara satu tingkatan yang lebih tinggi dengan tingkatan yang lebih rendah. Parson Scoot dalam Arni Muhammad (2011: 28) memberikan perhatian terhadap pentingnya hubungan antara tujuan organisasi dengan lingkungan masyarakat yang lebih luas. Suatu organisasi mungkin mengharapkan dukungan sosial bagi aktivitasnya untuk merefleksikan nilai-nilai masyarakat pada fungsinya. Hubungan lingkungan dan organisasi dapat dillihat melalui model berdasarkan James D. Thomson yaitu adanya tingkat perubahan dan tingkat homogenitas. Tingkat perubahan melihat sejauh mana stabilitas suatu lingkungan yang diukur dengan skala tingkat perubahan stabil dan perubahan dinamis. Sedangkan tingkat homogenitas melihat sejauh mana kompleksitas lingkungan yang diukur dengan skala homogenitas sederhana dan homogenitas kompleks.

D. Kesimpulan
Lingkungan organisasi merupakan kekuatan-kekuatan yang berada di luar organisasi dan secara potensial memengaruhi kinerja organisasi. Maka dari itu organisasi berada dalam sebuah lingkungan yang dapat menjadi faktor pendukung maupun penghambat organisasi. Kegiatan organisasi akan merubah lingkungan, dan juga sebaliknya, lingkungan akan
mendorong perubahan pada organisasi. Lingkungan internal yang berpengaruh langsung dalam organisasi meliputi karyawan atau pegawai organisasi dalam, serta pimpinan manajer. Lingkungan eksternal dibagi dua yaitu yang berpengaruh langsung dan tidak langsung. Lingkungan eksternal langsung adalah unsur-unsur yang berpengaruh langsung terhadap
organisasi, yang terdiri dari pesaing(competitors), penyedia(suppliers), langganan(customer), lembaga keuangan (financial institutions), pasar tenaga kerja(labour supply) dan perwakilan perwakilan pemerintah. Sedangkan lingkungan eksternal tidak langsung meliputi berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi, politik dan hukum, sosial budaya, demografi, teknologi dan kondisi global yang mungkin memengaruhi organisasi.

About Is

Check Also

Hubungan Industrial

A. Pengertian Hubungan Industrial Hubungan industrial adalah hubungan semua pihak yang terkait atau berkepentingan atas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *